Mengapa bahagia sulit diraih? – The happiness trap


Cover The Happiness Trap

Sebelumnya, aku pernah sedikit mencatatkan konsep kebahagian yang keliru pada unggahan ini. Dari sana, kita bisa belajar bahwa kebahagiaan yang kita kejar malah berujung membuat kita tidak bahagia. Lalu kenapa itu bisa terjadi?

Kehidupan manusia modern tidak terlepas dengan sejarah di masa lampau. Kita berkembang dibanding ratusan ribu tahun yang lalu. Namun insting kita untuk dapat bertahan dari segala bahaya masih dimiliki pada manusia modern. Tidak terkecuali dari perasaan yang membuat tidak nyaman.

Pada era dimana manusia masih melakukan perburuan, kebutuhan utama mereka adalah bertahan hidup dengan mencari makanan dan bereproduksi untuk mengembangkan kelompoknya. Sehingga untuk bertahan hidup lebih lama, insting mereka membawa pada pemikiran untuk mengenali apa saja yang dapat melukai dan menjauhinya. Insting bertahan hidup manusia pun masih digunakan untuk memprediksi dan menghindari bahaya di era modern. Hanya saja, yang membedakan adalah situasi yang dihadapi. Manusia modern mengkhawatirkan kehilangan pekerjaan, kesehatan, penolakan dan banyak kekhawatiran lainnya.

Selain mengembangkan kelompok, manusia harus tetap berada di dalam kelompok agar bisa terlindungi dari bahaya. Oleh karena itu, insting mereka berupaya membandingkan dirinya dengan anggota kelompok yang lain. Apakah mereka cocok dalam kelompok tersebut? Apakah sudah melakukan hal yang sesuai? Apakah kontribusi mereka sudah cukup bagi kelompoknya? Ini terdengar relevan dengan apa yang kita alami saat ini. Kita juga masih membandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita, bahkan dengan orang-orang yang tidak kita kenal secara mendalam. Bahkan, saat ini manusia sering menciptakan fantasi gambaran seorang yang sempurna dan ideal, kemudian dibandingkan dengan dirinya sendiri. Dan hal itu yang akan membuat kita selalu memiliki perasaan yang tidak bahagia.

Terdapat benang merah yang sama antara kehidupan masa lalu dan masa modern saat ini. Ambisi manusia untuk mendapatkan hal yang lebih dan lebih banyak. Semakin banyak makanan yang disimpan, semakin bagus rumah yang ditempati dan memiliki banyak anggota kelompok dan bertahan dalam kelompok maka akan semakin besar peluang untuk bertahan hidup. Saat ini, semakin banyak yang diraih kini, kita akan merasa semakin sukses. Mungkin kita akan bahagia setelah mendapatkannya, namun itu tidak bertahan lama. Cepat atau lambat, kita ingin yang lebih dari apa yang kita saat ini miliki.

Insting tersebut memang terprogram pada otak manusia untuk selalu membandingkan, mengevaluasi, mengkritik diri, dan fokus pada apa yang kurang dari diri kita. Hal tersebut menimbulkan rasa ketidakpuasan atas diri atau menciptakan skenario-skenario terburuk yang akan menimpa diri, padahal hal tersebut belum tentu akan terjadi. Dan itulah yang menyebabkan manusia sulit bahagia.

Catatan baca The Happiness Trap lainnya => Klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *